Owly si Burung Hantu Bijak
Suatu hari, Owly, seekor burung hantu yang bijak sedang terbang mencari
teman untuk diajaknya mengobrol.
Setelah terbang
berputar-putar mengelilingi hutan, akhirnya ia bertemu dengan dua ekor merpati
putih cantik yang sedang bertengger disebuah pohon.
Lalu
berkata, “hai,
kawan! Sedang apa?” salah satunya menjawab, “kami sedang menunggu kelompok sirkus hewan yang
akan datang,” “oh!
Disini akan ada sirkus! Apa aku boleh menontonnya?” kata Owly, “tidak! Kau
tidak boleh menonton!” kata merpati sebelahnya.
“Kenapa?!”
Owly yang heran, karena ia tidak boleh menonton sedangkan seekor harimau di
perbolehkan menunggu bersama mereka, “karena kau tidak pantas untuk menonton sirkus
mewah ini! Sekarang pergi, dan jangan ganggu kami!” kata merpati sombong itu.
Owly membalas perkataan merpati sombong itu, “Kenapa kalian begitu padaku?
Padahal kita sama, sejenis burung yang bisa terbang, sedangkan harimau itu,ia
bisa saja tiba-tiba menerkam kalian.” Merpati itu tidak memperdulikannya dan Owly
pun pergi melanjutkan perjalanannya mencari teman sejenis yang baik.
Di
tengah jalan, ia bertemu singa yang terlihat sangat sedih.
Owly
berkata, “wahai singa pemberani, kenapa kamu bersedih?” singa itu hanya diam dan
hanya memperhatikan Owly saja. Owly takut singa itu memangsanya, kemudian ia
pun pergi. Tapi, saat akan terbang singa itu memanggil dan berkata “tunggu,
jangan pergi! Aku tidak akan memakanmu, jangan takut!” dengan nada pelan suara
singa itu. Owlypun kembali, “ada apa, wahai singa pemberani?” katanya, “aku sangat
sedih melihat seekor hyena yang sakit. Ia tidak bisa berjalan dan mencari
makan, ia juga di kucilkan dikelompok nya. Akupun memberikan makanan terakhirku
pada hyena itu, sedangkan aku kelaparan. Wahai burung hantu yang bijak, apa
yang kulakukan itu baik untuk golongan hewan buas yang tidak akur?” Tanya raja
hutan itu, Owly menjawab dengan senyuman dan berkata,
“Alhamdulillah, jika kau melakukan itu, yang kau lakukan itu sangat mulia.
Meski kita berbeda, kita tetap harus saling tolong menolong. Termasuk pada
hewan yang bermasalah dengan kita.” Singa Pemberani itu berterima kasih pada
Owly, karena Owly sudah memberikan saran pada singa itu.
Owly
segera pergi lagi, untuk mencari teman baik yang sejenis.
Tapi
ia tidak menemukan satu pun hewan sejenis burung yang baik untuk dijadikan
teman. Setelah bertemu Merpati sombong dan Singa yang baik, ia bertemu dengan
seekor kancil yang akan mencuri ketimun di ladang pak Tani.
“Hai
kancil yang baik! Sedang apa kau?” sapa Owly, kancil itu menjawab dengan jujur
“tentu saja sedang mencuri!”
“Kenapa
kau mencuri?” Tanya Owly, “karena aku kelaparan, dan aku malas untuk berburu
makanan di hutan. Yang mudah hanya ini.” Jawab kancil itu.
“Wahai
kancil, apa kau tahu kalau mencuri itu perbuatan tidak baik?” kata Owly yang
bijak. Kancil itu mengangguk, “lalu, kenapa kau melakukannya?” lanjut Owly,
kancil menjawab “bukannya kau sudah tahu, alasannya!?” Owly hanya tersenyum dan
pergi.
Saat
kembali, ia bersama pak Tani.
“Hei
kancil! Kemari kau! Dasar kancil pencuri!” kata pak Tani yang marah sebari
mengejar kancil yang lari. Pak Tani kembali dan berterima kasih pada Owly,
karena sudah memberitahu ketimunnya dicuri kancil dan memberikan sekeranjang
ketimun untuk Owly.
Owly
yang senangpun segera pulang untuk memakan ketimun ini.
Saat
kembali ke rumah, Owly banyak mendapat manfaat dari
perjalanannya.
Pertama
bertemu dengan dua ekor merpati cantik, yang satu sombong dan yang satu baik,
tapi judes pada hewan sejenis seperti mereka. Kedua, singa pemberani yang baik
memberikan makanan terakhir pada hyena yang terkenal musuh bebuyutan singa.
Ketiga, kancil yang terkenal pintar mencuri akhirnya tertangkap juga oleh pak
Tani.
Cerita 1 OWLY, selesai~
Comments
Post a Comment